Cara Melakukan Puasa Air (Water Fast)

Tidak ada jenis puasa atau program diet detoks yang lebih berat dibandingkan puasa air. Puasa air tidak membutuhkan biaya, dan bahkan dapat digunakan untuk menurunkan berat badan, membantu lebih memfokuskan kehidupan spiritual, serta mungkin membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh Anda. Jika dilakukan dengan benar, pembatasan kalori jangka pendek mungkin dapat membantu Anda hidup lebih sehat dan lama, tetapi puasa juga bisa berbahaya. Jadi, apa pun tujuannya, pastikan untuk menjalani puasa air dengan cara yang aman, membiasakan diri menjalaninya perlahan-lahan dengan arahan praktisi kesehatan profesional, sambil tetap memperhatikan tanda-tanda kapan Anda harus berhenti dan kembali mengonsumsi makanan perlahan-lahan.

Merencanakan Puasa Air

JANGAN berpuasa jika Anda menderita penyakit tertentu. Beberapa penyakit bisa bertambah berat jika Anda berpuasa, dan hal ini bahkan dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius. Terkecuali diizinkan secara khusus oleh dokter, jangan lakukan puasa air jika Anda menderita penyakit atau mengalami kondisi berikut ini:

  • Gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia
  • Gula darah rendah (hipoglikemia) atau diabetes
  • Defisiensi enzim
  • Penyakit ginjal atau lever stadium lanjut
  • Alkoholisme
  • Disfungsi tiroid
  • AIDS, tuberkulosis, atau penyakit infeksius
  • Kanker stadium lanjut
  • Lupus
  • Penyakit vaksular atau gangguan sirkulasi darah
  • Penyakit jantung meliputi, gagal jantung, aritmia (terutama fibrilasi atrial), riwayat serangan jantung, masalah pada katup jantung, atau kardiomiopati
  • Penyakit alzheimer atau sindrom otak organik
  • Pascatransplantasi
  • Paralisis
  • Hamil atau menyusui
  • Ada obat-obatan yang tidak bisa Anda hentikan penggunaannya

Tentukan durasi puasa air. Pertimbangkan untuk mengawali dengan berpuasa air selama 1 hari. Batasi durasi puasa air selama 3 hari jika Anda menjalaninya sendiri. Beberapa bukti menunjukkan bahwa berpuasa dalam jangka pendek selama 1-3 hari saja dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Jika Anda berencana berpuasa lebih lama lagi, lakukan hanya di bawah pengawasan medis, seperti dalam acara retret yang memungkinkan Anda berpuasa di bawah pengawasan praktisi medis profesional.

  • Berpuasa dalam jangka pendek secara periodik mungkin lebih aman dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan, daripada berpuasa dalam jangka panjang (melebihi 3 hari). Pertimbangkan untuk berpuasa air selama satu hari dalam seminggu saja. 

Berpuasalah dalam kondisi tidak stres. Cobalah untuk merencanakan puasa air selama Anda tidak mengalami stres, dan di saat berpuasa tidak akan mengganggu kegiatan Anda sehari-hari. Jika mungkin, hindarilah bekerja selama berpuasa. Rencanakan untuk berpuasa di saat Anda dapat beristirahat secara fisik maupun mental.

Persiapkan diri secara mental. Berpuasa selama beberapa hari sekaligus mungkin terlihat menakutkan. Jadi, konsultasikan dengan dokter, bacalah buku-buku mengenai puasa yang ditulis oleh pakar terpercaya, dan bicarakan dengan mereka yang pernah melakukannya. Anggaplah puasa sebagai sebuah petualangan.

Mulailah berpuasa perlahan-lahan. Alih-alih langsung melakukan puasa air, mulailah secara perlahan-lahan. Awalilah dengan mengurangi asupan gula, makanan olahan, dan kafeina dari menu makanan selama paling tidak 2-3 hari sebelumnya, dan konsumsilah buah dan sayuran lebih banyak.  Selain itu, pertimbangkan juga untuk mengurangi porsi makan beberapa minggu sebelum mulai berpuasa. Hal ini dapat membantu mempersiapkan tubuh Anda berpuasa, dan memudahkan peralihan ke puasa air. Persiapan ini dapat dilakukan dalam waktu satu bulan:

  • Minggu 1: Berhenti sarapan
  • Minggu 2: Berhenti sarapan dan makan siang
  • Minggu 3: Berhenti sarapan, makan siang, dan kurangi porsi makan malam
  • Minggu 4: Mulailah berpuasa air

Menjalani Puasa

Minumlah 9-13 air dalam sehari. Secara umum, pria sebaiknya mengonsumsi sekitar 13 gelas air dan cairan lainnya setiap hari (sekitar 3 liter), dan wanita sebaiknya mengonsumsi 9 gelas air (2,2 liter). Anda boleh mengonsumsi air sesuai anjuran selama berpuasa. Pilihlah jenis air yang paling murni, atau minumlah air suling. 

  • Jangan habiskan air minum sekaligus! Minumlah air sepanjang hari. Usahakan untuk menyiapkan 3 buah wadah air bervolume 4 liter setiap hari sehingga Anda bisa melihat berapa banyak air yang sebaiknya diminum.
  • Jangan minum air melebihi jumlah anjuran karena hal ini dapat mengganggu keseimbangan garam dan mineral dalam tubuh, dan menyebabkan masalah kesehatan. 

Atasi rasa lapar. Jika Anda merasa lapar, atasilah dengan minum 1-2 gelas air. Berbaringlah dan beristirahat. Rasa lapar ini biasanya akan hilang. Anda juga bisa membaca atau bermeditasi untuk mengalihkan perhatian.

Berbuka puasalah perlahan-lahan secara bertahap. Awali buka puasa dengan sari jeruk atau lemon. Kemudian lanjutkan dengan mengonsumsi makanan secara bertahap. Makanlah sedikit demi sedikit setiap sekitar 2 jam pada awalnya, dari makanan yang mudah dicerna hingga makanan yang sulit dicerna. Bergantung pada durasi puasa, Anda bisa menjalani proses ini selama satu atau beberapa hari:

  • Sari buah
  • Sari sayuran
  • Buah segar atau sayuran berdaun hijau
  • Yoghurt
  • Sup sayuran dan sayuran yang dimasak
  • Serealia dan kacang-kacangan yang dimasak
  • Susu, produk olahan susu, dan telur
  • Daging, ikan, dan unggas
  • Makanan lainnya

Jalani diet sehat secara teratur. Berpuasa tidak akan banyak berpengaruh terhadap kesehatan jika Anda kembali mengonsumsi makanan kaya lemak dan gula setelahnya. Lanjutkan dengan menjalani diet kaya sayuran, buah-buahan, gandum utuh, serta rendah lemak jahat dan gula rafinasi. Berolahragalah selama 30 menit, 5 kali dalam seminggu. Jalani gaya hidup sehat untuk meningkatkan kesehatan dan kesegaran tubuh, jadikan berpuasa bagian kecil di dalamnya.

Menjalani Puasa Air dengan Aman

Kunjungilah dokter sebelum melakukan puasa air. Jika Anda mempertimbangkan untuk mencoba puasa air, konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter. Meskipun puasa mungkin bermanfaat bagi kesehatan sebagian orang, hal ini mungkin justru sebaiknya dihindari oleh orang lain. Pastikan untuk membicarakan mengenai obat-obatan dan penyakit yang Anda derita dengan dokter untuk menentukan apakah puasa air aman bagi Anda. Dokter kemungkinan akan meminta Anda menjalani pemeriksaan fisik dan mungkin tes darah sebelumnya.

  • Jika Anda menggunakan obat-obatan, bicarakan dengan dokter apakah Anda harus terus menggunakan obat tersebut selama berpuasa, atau apakah dosisnya perlu diubah.

Berpuasalah di bawah pengawasan praktisi profesional. Sebaiknya, jalani puasa di bawah pengawasan dan sesuai anjuran dokter, terutama jika Anda berpuasa selama lebih dari 3 hari atau menderita penyakit tertentu. Carilah dokter yang terlatih dalam hal puasa, dan mintalah bantuannya untuk mengawasi kondisi tubuh Anda selama berpuasa. Mintalah dokter langganan untuk mengawasi Anda selama berpuasa, atau merujuk Anda ke praktisi yang mampu melakukannya.

Hindari pusing. Setelah 2-3 hari menjalani puasa air, Anda mungkin merasakan pusing saat berdiri terlalu cepat. Hindari hal ini dengan bangkit perlahan-lahan dan menarik napas panjang sebelum berdiri. Jika merasa pusing, segera duduk atau berbaringlah hingga masalah ini reda. Anda juga bisa mencoba meletakkan kepala di antara kedua lutut.

  • Jika Anda pusing sampai kehilangan kesadaran, hentikan puasa dan kunjungilah dokter.

Bedakan efek samping normal dan tidak normal. Pusing, tubuh yang sedikit lemah, mual, dan sesekali berdebar-debar adalah hal yang lazim selama berpuasa. Namun, berhentilah puasa dan carilah pertolongan medis jika Anda sampai kehilangan kesadaran, kebingungan, mengalami palpitasi jantung melebihi satu atau dua kali dalam sehari, mengalami nyeri perut atau sakit kepala berat, serta gejala lain yang terasa membahayakan bagi Anda.

Banyak-banyaklah beristirahat selama berpuasa air. Energi dan stamina tubuh Anda mungkin akan berkurang selama berpuasa. Jadi, jangan terlalu banyak beraktivitas. Jalani pola tidur yang sehat. Makna berpuasa adalah beristirahat, baik untuk fisik, emosi, sensori, dan psikologi tubuh Anda.

  • Jika ingin tidur siang, tidurlah. Bacalah buku yang memberikan semangat. Dengarkan tubuh Anda dan jangan paksakan diri secara fisik.
  • Jika Anda merasa lelah dan sulit berkonsentrasi, jangan mengemudikan kendaraan.

Hindari berolahraga berat selama berpuasa. Tingkat energi tubuh mungkin akan berubah-ubah selama berpuasa, dari lemah hingga bersemangat. Sekalipun merasa berenergi, jangan paksakan diri Anda. Sebaiknya, cobalah berlatih yoga restoratif. Yoga adalah latihan peregangan yang menenangkan bagi otot dan cara untuk berolahraga secara ringan.

  • Yoga dan peregangan ringan mungkin terasa nyaman bagi sebagian orang, tetapi terlalu berat bagi orang lain. Dengarkan tubuh Anda dan hanya lakukan yang terasa nyaman bagi Anda.

Tips

  • Jika Anda mencari pilihan puasa yang lebih mudah, cobalah jalani puasa jus. Hindari buah dengan kandungan gula yang tinggi, dan gunakan campuran kale, seledri, mentimun, daun ketumbar, dan bayam untuk menjalani puasa jus sayuran.
  • Sekalipun tujuan Anda berpuasa adalah menurunkan berat badan, sebaiknya tetap jalani hidup sehat aktif dan makanlah makanan bernutrisi. Jika tidak, berat badan Anda akan kembali seperti semula.

Peringatan

  • Hentikan puasa dan carilah pertolongan medis jika Anda mengalami nyeri perut berat, pingsan, atau kebingungan.
  • Puasa air hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa setelah berkonsultasi dengan dokter. Puasa ini tidak cocok bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun, terkecuali Anda yakin bisa melakukannya.
  • Hindari detoksifikasi kolon (enema) sebelum atau selama berpuasa. Meskipun menurut mitos tindakan ini diperlukan, tidak ada bukti ilmiah medis yang mendukungnya. Enema justru mungkin berdampak negatif bagi kesehatan Anda, serta menyebabkan kram, mual, dan muntah-muntah.